Melalui KKN Tematik Literasi, Kepala Perpusnas Yakini Mahasiswa sebagai Ujung Tombak Penggerak Pembangunan
Melalui KKN Tematik Literasi, Kepala Perpusnas Yakini Mahasiswa sebagai Ujung Tombak Penggerak Pembangunan
Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz saat membuka pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 2026 Gelombang II yang digelar secara daring, Kamis (25/6/2026). Menurutnya, melalui program tersebut, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penguatan literasi masyarakat
"Mahasiswa dapat menjadi salah satu bagian ujung tombak yang bisa menyerap informasi secara mendalam kemudian bersama-sama dengan masyarakat memecahkan persoalan-persoalan, sekaligus sebagai penggerak pembangunan. Mahasiswa memiliki bekal yang cukup untuk melakukan transformasi di lingkungan pedesaan," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pelaksanaan KKN Tematik Literasi pada tahun sebelumnya di 1000 lokus berjalan dengan baik dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Hasil kerja dari mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan ini merupakan wujud pengabdian yang jelas nyata berdampak langsung bagi bangsa, khususnya dalam menjawab persoalan literasi.
"Program KKN Tematik Literasi ini kami gagas sebagai bentuk inisiatif transformatif untuk menghadirkan praktik-praktik baik pembangunan literasi di desa. Program ini diharapkan mampu mengurai berbagai persoalan literasi," lanjutnya.
Merujuk pada data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) kabupaten/kota baru di angka 10,37, sedangkan rata-rata nasional untuk provinsi 29,36. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di angka 54,8.
Menurutnya, rata-rata nasional untuk TKM jauh lebih tinggi daripada rata-rata IPLM perlu dicermati bersama. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas membaca belum sepenuhnya terhubung dengan pemahaman, kebutuhan, serta tindak lanjut dari apa yang dibaca.
"Jangan-jangan kegiatan membaca selama ini yang dilakukan oleh masyarakat, baik di sekolah maupun di luar sekolah itu baru sekadar membaca sepintas tanpa dikaitkan dengan urusan tingkat pemahaman maupun tingkat keperluannya mereka itu sebetulnya mau apa? Setelah membaca, mereka mau melakukan apa?" ungkapnya.
Oleh karena itu, kondisi ini menjadi tantangan bersama dalam upaya meningkatkan kecakapan literasi. KKN Tematik Literasi, lanjutnya, mencoba mengurai persoalan ini secara Bersama dengan para mahasiswa yang melaksanakan KKN.
Selain KKN Tematik Literasi, Perpusnas juga memiliki inisiatif program lainnya untuk mendukung terwujudnya budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat. Tiga di antaranya, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Bantuan Buku Bermutu sebanyak 1000 buku, serta Relawan Literasi Masyarakat (Relima).
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, perpustakaan, hingga mitra yang mendukung pelaksanaan KKN Tematik Literasi.
Kepada para mahasiswa, dia berpesan agar menjadikan KKN Tematik Literasi ini sebagai ruang belajar yang sesungguhnya dengan mengedepankan sikap terbuka dan kemauan untuk memahami kebutuhan masyarakat.
“Datanglah ke masyarakat bukan sebagai pihak yang merasa paling tahu, melainkan sebagai pembelajar yang siap mendengarkan, memahami kebutuhan masyarakat, dan bersama-sama merumuskan solusi yang relevan dengan kondisi setempat,” pesannya.
Ia juga berharap seluruh rangkaian program KKN Tematik Literasi dapat berjalan dengan lancar, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, menjadi kontribusi nyata bagi perguruan tinggi dalam mewujudkan Indonesia yang semakin cerdas, inklusif, dan berdaya saing.
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi, Taufiq Ghani menyampaikan pada 2026 kegiatan KKN Tematik Literasi dilaksanakan di 1.000 desa yang tersebar di kabupaten kota, yang berdasarkan nilai IPLM sangat rendah. Cakupan KKN Tematik Literasi diarahkan untuk menjangkau wilayah yang memerlukan penguatan literasi lebih intensif.
"Tahun ini melibatkan 23 perguruan tinggi negeri dan swasta. Kegiatan pembekalan akan dibagi sebanyak empat gelombang," ujarnya.
Taufiq menegaskan bahwa program KKn tematik Literasi merupakan bentuk konkret kontribusi dunia pendidikan tinggi dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat. "Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari program bantuan buku bermutu yang Kerusakan di desa dan taman baca masyarakat pada tahun 2024 dan 2025 yang telah dilaksanakan oleh perusakan nasional," tugasnya.
Humas Perpusnas
