Menjawab Tantangan Digital: Mengasah Kompetensi Arsiparis di Era Modern
Menjawab Tantangan Digital: Mengasah Kompetensi Arsiparis di Era Modern
Jakarta - 01/07/26, Di sebuah sudut gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, suasana tampak lebih serius dari biasanya. Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari mendadak menjadi "medan laga" bagi 120 peserta yang datang dari berbagai penjuru tanah air mulai dari instansi pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, hingga Badan Usaha Milik Negara. Selama tiga hari, dari 30 Juni hingga 2 Juli 2026, mereka berkumpul dengan satu misi yang sama, yaitu membuktikan kompetensi diri melalui Sertifikasi SDM Kearsipan PNBP Angkatan VI Tahun 2026.
Bagi banyak orang, mungkin arsip sekadar tumpukan kertas tua yang berdebu. Namun, di tangan 120 peserta yang telah lolos seleksi administrasi ketat ini, arsip adalah jantung dari tata kelola pemerintahan yang transparan dan efektif. Di era yang serba digital ini, peran arsiparis tidak lagi sekadar menyimpan, melainkan menjadi garda terdepan dalam menjaga memori kolektif bangsa.
Direktur SDM Kearsipan dan Sertifikasi ANRI, Amieka Hasraf dalam sambutannya menyampaikan urgensi kegiatan ini. Ia menekankan bahwa dunia kearsipan tengah berada di titik balik. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. “Arsiparis dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” ungkap Amieka.
Menurutnya, sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata untuk memastikan setiap arsiparis memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan organisasi yang dinamis. “Melalui sertifikasi ini, diharapkan arsiparis semakin profesional dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” tambahnya.
Bukan Sekadar Ujian
Menjadi arsiparis bersertifikat bukanlah hal mudah. Para peserta harus melewati rangkaian tahapan yang menguji kecakapan mereka secara menyeluruh. Prosesnya mencakup penilaian portofolio, ujian tertulis, hingga sesi wawancara yang mendalam. Tak sampai di situ, tantangan berlanjut pada ujian praktik, presentasi, dan penulisan makalah yang disesuaikan dengan jenjang jabatan masing-masing.
Ini adalah bentuk komitmen ANRI dalam menjaga standar kualitas SDM kearsipan. Setiap langkah dalam sertifikasi ini dirancang untuk memastikan bahwa saat mereka kembali ke instansi masing-masing, mereka membawa bekal kemampuan yang mumpuni. Setelah melewati serangkaian ujian yang menguras pikiran, para peserta tidak perlu menunggu lama dalam ketidakpastian. Hasil sertifikasi akan tersaji secara transparan dan dapat diakses kapan saja melalui aplikasi Sistem Informasi Jabatan Fungsional Arsiparis (SiARSIPARIS) di akun pribadi masing-masing.
Langkah yang dilakukan ANRI ini adalah wujud nyata ikhtiar untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan transparan. Di balik layar, para arsiparis ini terus ditempa agar mampu menjadi pilar penting bagi kemajuan digitalisasi tata kelola di Indonesia.
