KH ABU DARDIRI
KH ABU DARDIRI
Sang Pengusul Kementerian Agama, KH Abu Dardiri, tokoh kelahiran Kebumen pada 24 Agustus 1895, dikenal sebagai ulama, pengusaha, dan pejuang nasionalis-religius. Ia aktif di Muhammadiyah, pernah memimpin cabang Purbalingga dan menjadi Konsul Muhammadiyah Karesidenan Banyumas.
Di masa pendudukan Jepang, ayah kandung mantan Bupati Kebumen Ir. H. Mohammad Yahya Fuad, SE itu menjabat Kepala Jawatan Agama Banyumas dan berhasil memperjuangkan agar sekolah rakyat memberikan pelajaran agama.
Perjalanan hidupnya penuh liku. Pernah menjadi buruh pabrik gula hingga pengusaha percetakan, Abu Dardiri dikenal ulet, dermawan, dan teguh memegang prinsip keislaman yang berpadu dengan semangat kebangsaan.
Pada Sidang Pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) 25–27 November 1945, ia bersama KH Saleh Suaidy membawa aspirasi KNI Banyumas untuk membentuk kementerian khusus yang mengurusi urusan agama. Usulan ini mendapat dukungan tokoh nasional seperti Mohammad Natsir dan Dr Muwardi, kemudian disepakati KNIP dan disahkan Presiden Sukarno pada 3 Januari. 1946.KH Abu Dardiri wafat di Purwokerto pada 1 Agustus 1967. Makamnya kerap diziarahi, terutama oleh insan Kemenag RI, yang mengenangnya sebagai penggagas lahirnya Kementerian Agama.
Perjalanan hidupnya penuh liku. Pernah menjadi buruh pabrik gula hingga pengusaha percetakan, Abu Dardiri dikenal ulet, dermawan, dan teguh memegang prinsip keislaman yang berpadu dengan semangat kebangsaan,
