Pelatihan TIK Tingkatkan Kualitas Informasi untuk Masyarakat
Pelatihan TIK Tingkatkan Kualitas Informasi untuk Masyarakat
Kebumen – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen mengikuti Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi admin pengelola website dan media sosial OPD, kecamatan, kelurahan, dan desa pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, aman, dan mudah diakses.
Kepala Diskominfo Kabupaten Kebumen, Wahyu Siswanti, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa digitalisasi telah menjadi kebutuhan yang mutlak dalam penyelenggaraan pemerintahan. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat dan aplikasi, tetapi juga menyangkut manajemen informasi serta pengelolaan publikasi yang baik
Menurutnya, pemerintah dituntut mampu menyajikan informasi yang mudah diterima masyarakat melalui berbagai kanal digital. Oleh karena itu, pemerintah desa juga didorong untuk membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta menyusun regulasi keterbukaan informasi publik di tingkat desa. Selain itu, konsistensi dan keaktifan dalam memberikan respons kepada masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi pemerintahan digital.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yaitu Danang Setiyawan, M.Kom. yang menyampaikan materi tentang keamanan informasi di era digital dan Moh. Bahrudin, S.Kom. yang membawakan materi pengelolaan konten website dan media sosial yang informatif serta menarik.
Dalam sesi keamanan informasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya melindungi data dan akun dari berbagai ancaman digital seperti phishing, pencurian kata sandi, penyalahgunaan OTP, hingga rekayasa sosial (social engineering). Selain itu perlunya menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan verifikasi dua langkah (MFA), mengamankan perangkat kerja, serta melakukan pencadangan data secara berkala.
Sementara itu, materi pengelolaan website dan media sosial menekankan bahwa website pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai arsip kegiatan, tetapi juga sebagai sarana pelayanan informasi publik. Konten yang dipublikasikan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, seperti informasi layanan, program pemerintah, inovasi, edukasi, dan capaian kinerja. Narasumber juga menegaskan bahwa berita pemerintah harus mampu menjelaskan manfaat dan dampak suatu kegiatan bagi masyarakat, bukan sekadar melaporkan pelaksanaannya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan pengelola website dan media sosial pemerintah dapat menyajikan informasi yang lebih berkualitas, meningkatkan transparansi pemerintahan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan informasi publik. Ke depan, website dan media sosial pemerintah diharapkan semakin terintegrasi dan mampu memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk mendukung pelayanan informasi yang lebih efektif dan responsif.
