Roesmin Noerjadin
Roesmin Noerjadin
Roesmin Noerjadin / Rusmin Nuryadin) (31 Mei 1930 – 8 September 1994) adalah Menteri/Panglima Angkatan Udara dari 31 Maret 1966 hingga 10 November 1969. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Roesmin terlahir dari Karanganyar, Kebumen. Karier Roesmin Nuryadin diangkat sebagai Letnan Muda Udara I penerbang setelah menyelesaikan sekolah penerbang pada tahun 1952. Pada 17 Juli 1952 ditempatkan sebagai penerbang pada Skadron 3 Pemburu di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma yang merupakan titik awal dalam meniti karier. Latihan Dasar Kemiliteran pada tahun 1955 dilanjutkan dengan Kursus Staf yang merupakan angkatan pertama pada tahun 1950. Roesmin juga mendapat kesempatan untuk mengikuti ACSC (IAP) pada tahun 1960, Sekolah Para (penerjun) tahun 1963 dan Flight Inst School yang diselenggarakan di Inggris pada tahun 1964. Pada 1 Maret 1953 pangkatnya naik menjadi Letnan Udara II, pada tahun 1954 menjadi letnan Udara I. Pernah menjabat sebagai instruktur penerbang Skadron 3 Pemburu. Pada 1 Januari 1961 dengan menyandang pangkat Letnan kolonel diangkat sebagai Asisten Direktur Operasi Sops Markas Besar Angkatan Udara. Pangkatnya kembali naik menjadi Kolonel Udara pada 1 juli 1962 dengan jabatan sebagai Wakil Panglima Koops AU merangkap sebagai Kas Kohanudnas. Pada 15 Agustus 1963 diangkat menjadi Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas). Kemudian menjabat sebagai Atase Udara pada KBRI di Bangkok di mana pada saat ini pangkat kemiliterannya sudah menjadi komodor Udara. Karier sebagai atase dilanjutkan ketika menjadi Atase Udara pada KBRI di Moskow pada tahun 1965. Pada 1 Mei 1966 pangkatnya naik menjadi Laksamana Muda Udara selanjutnya pada saat berpangkat inilah, Roesmin dipercaya untuk menjadi Deputy Menteri/Panglima Angkatan Udara (Men/Pangau). Baru pada 17 Juli 1966 pangkatnya dinaikan menjadi Laksamana Madya Udara. Pada 2 Mei 1966, pada saat AURI pada posisi yang kurang menguntungkan sebagai akibat dari arus politik Indonesia yang cukup panas, Roesmin Nurjadin di angkat untuk memimpin AURI. Bagi TNI Angkatan Udara, nama besar Roesmin Nurjadin hanya bisa disejajarkan dengan Marsekal Muda TNI (Anumerta) Leo Wattimena. Ia adalah seorang penerbang yang handal yang pernah memimpin tim aerobatic MiG-17 bergantian dengan Leo Wattimena. Tim aerobatic pertama TNI AU yang sempat tampil di hadapan umum itu terbentuk pada awal tahun 1960 oleh para penerbang Skadron Udara 11. Formasi aerobatic yang digunakan terdiri dari empat pesawat MiG-17. Leader dari tim aerobatic tersebut antara Kolonel Pnb Roesmin “Elang” Nurjadin atau Kolonel Pnb Leo “Eagle” Wattimena. Riwayat jabatan Pa Pnb Skuadron 3 Pemburu Lanud Halim Perdanakusuma (17 Juli 1952-1 Oktober 1953). Komandan Skuadron 3 Pemburu Lanud Halim Perdanakusuma (1 Oktober 1953-1 September 1955). Instruktur Penerbang Skuadron 3 Pemburu Lanud Halim Perdanakusuma (1 September 1955-1 November 1961). Asisten Direktur Operasi MBAU (1 November 1961-17 Juli 1962). Wakil Panglima Koopsau merangkap sebagai Kas Kohanudnas (1 Juli 1962-5 Agustus 1963). Pangkohanudnas (5 Agustus 1963-1 April 1964). Atase Udara KBRI di Bangkok (1 April 1964-1 Agustus 1965). Atase Udara KBRI di Moscow (1 Agustus 1965-1 Februari 1966). Deputi Bidang Operasi Menteri / Panglima Angkatan Udara (Men/Pangau) (1 Februari 1966-31 Maret 1966). Menteri / Panglima Angkatan Udara kemudian menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (1966-1969)
