Forum Konsultasi Publik Pencanangan Desa Wisata 2026 Dorong Terwujudnya Desa Wisata Berkualitas dan Berdaya Saing
Forum Konsultasi Publik Pencanangan Desa Wisata 2026 Dorong Terwujudnya Desa Wisata Berkualitas dan Berdaya Saing
Kebumen – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Sosialisasi Pencanangan Desa Wisata Tahun 2026 di Ruang Theater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen, pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari unsur perangkat daerah, akademisi, media massa, organisasi masyarakat, penyelenggara pelayanan publik, serta perwakilan 12 desa yang berpotensi menjadi desa wisata.
Forum yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen ini bertujuan menyamakan persepsi mengenai regulasi, tahapan pembentukan, serta strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Melalui forum ini, diharapkan proses pencanangan desa wisata dapat berjalan lebih terarah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Pada sesi materi, Shanti Damayanti, S.T. menjelaskan konsep dasar pengembangan desa wisata beserta tujuh tahapan pembentukannya, mulai dari identifikasi potensi desa, analisis kelayakan, pembentukan kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penyusunan master plan, implementasi program, hingga monitoring dan evaluasi.
Selanjutnya, Pangestika Khrisnamurty, S.Ds. memaparkan mekanisme pengusulan desa wisata dan pentingnya legalitas melalui Surat Keputusan (SK) Bupati. Legalitas tersebut menjadi syarat penting dalam membuka peluang memperoleh dukungan pendanaan dari berbagai pihak, termasuk program yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.
Selain aspek legalitas, pengembangan desa wisata juga diharapkan tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan agar potensi alam, budaya, dan kearifan lokal tetap terjaga sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Forum semakin interaktif melalui sesi berbagi pengalaman dari pengelola Desa Wisata Rahayu (Rahayu River Tubing). Narasumber menyampaikan bahwa keberhasilan desa wisata sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Karang Taruna, tokoh masyarakat, hingga kelompok intelektual yang bersama-sama membangun dan mengembangkan potensi desa.
Dalam sesi diskusi, peserta juga menyampaikan berbagai masukan strategis. Perwakilan Desa Pejengkolan mengusulkan peningkatan infrastruktur dan akses jalan menuju lokasi wisata. Perwakilan Waduk Sempor menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana pendukung bagi Badan Penyelamatan Wisata Air (Balawista), sedangkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mendorong adanya pendampingan berkelanjutan bagi desa-desa yang berpotensi menjadi desa wisata.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, Disparbud Kabupaten Kebumen berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sehingga desa-desa potensial dapat berkembang menjadi desa wisata yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
