Sembilan Nominator Lolos Verifikasi Program Memori Kolektif Bangsa Tahap I 2026
Sembilan Nominator Lolos Verifikasi Program Memori Kolektif Bangsa Tahap I 2026
Jakarta - 24/4/26, Direktorat Layanan dan Pemanfaatan Arsip menetapkan sembilan nominator yang lolos ke tahap verifikasi lapangan dan fisik arsip secara daring dalam Program Registrasi Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) Periode I Tahun 2026. Kegiatan verifikasi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Ruang Rapat dan Ruang Pertemuan, Gedung A Lantai 2 ANRI, Jakarta Selatan.
Adapun sembilan nominator yang lolos ke tahap verifikasi meliputi:
-
Arsip Raden Lurah Martopangrawit Maestro Karawitan Gaya Surakarta;
-
Arsip Hortus Medicus: Institusi Pembelajaran dan Pengetahuan Tanaman Obat Pertama di Indonesia Tahun 1948–2022;
-
Khasanah Arsip Greja Kristen Jawi Wetan;
-
Warisan Perusahaan ESTO dalam Meletakkan Dasar Transportasi Publik;
-
Arsip Genting Sokka Kebumen Tahun 1947–2025;
-
Arsip Gumuk Pasir Parangtritis Yogyakarta Tahun 1921–2025;
-
Arsip Kiprah Kartolo: Maestro Seni Tradisi Ludruk Tahun 1958–2025;
-
Arsip Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Tahun 1865–2019; dan
-
Arsip Pendirian ASEAN Supreme Audit Institutions (ASEANSAI).
Verifikasi ini turut dihadiri Kepala ANRI selaku Ketua Komite Nasional Memory of the World (MoW) Indonesia, Mego Pinandito, serta Direktur Layanan dan Pemanfaatan Arsip, Eli Ruliawati. Proses penilaian dilakukan oleh Dewan Pakar MKB yang terdiri atas Mukhlis PaEni sebagai Ketua, Imam Gunarto sebagai Wakil Ketua, serta anggota Sri Sumekar, Oman Faturrahman, Adrianus L.G. Waworuntu, Kandar, dan Asep Kambali.
Dalam arahannya, Mego Pinandito menegaskan bahwa ANRI terus melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan program kerja, termasuk dalam tahapan verifikasi MKB, dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital.
“Pelaksanaan verifikasi secara virtual dilakukan melalui pembagian ruang-ruang diskusi daring untuk setiap nominator. Langkah ini tidak mengurangi kualitas penilaian, melainkan justru meningkatkan efisiensi dan jangkauan pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Program Memori Kolektif Bangsa merupakan upaya strategis dalam mengidentifikasi, melestarikan, dan mempromosikan arsip-arsip yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan Indonesia. Hasil akhir penetapan arsip yang teregistrasi sebagai Memori Kolektif Bangsa Tahun 2026 direncanakan akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026.
Foto : Direktorat Layanan dan Pemanfaatan Arsip
Penulis : hp
Editor : tk
