ANRI Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Pengayaan Deskripsi Arsip Foto Melalui Platform INGAT
ANRI Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Pengayaan Deskripsi Arsip Foto Melalui Platform INGAT
Jakarta - 08/07/26, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan Sosialisasi Crowdsourcing Deskripsi Arsip Foto Departemen Penerangan–Lembaga Informasi Nasional di Ruang Noerhadi Magetsari, ANRI, Jakarta Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh komunitas sejarah, akademisi, mahasiswa, peneliti, pegiat arsip, media, serta perwakilan internal ANRI. Pada kesempatan ini, ANRI juga mengenalkan platform INGAT, sebagai wadah kolaborasi dalam memperkaya informasi melalui deskripsi arsip foto.
Kepala ANRI, Mego Pinandito, dalam sambutannya menekankan bahwa tidak semua informasi mengenai arsip tersimpan di lembaga kearsipan. Menurutnya, banyak pengetahuan dan memori yang justru berada di tengah masyarakat, baik pada sejarawan, komunitas sejarah, keluarga tokoh, maupun masyarakat yang pernah menjadi saksi suatu peristiwa.
Mego menyampaikan bahwa masyarakat memiliki peluang besar untuk membantu ANRI mengidentifikasi arsip foto yang belum diketahui secara lengkap keterangan tokoh, lokasi, maupun peristiwanya. Informasi yang mungkin tidak dimiliki arsiparis dapat saja tersimpan dalam ingatan masyarakat atau bahkan dalam koleksi arsip pribadi yang mereka miliki. Oleh karena itu, ANRI membuka ruang kolaborasi agar masyarakat dapat berkontribusi dalam memperkaya deskripsi arsip melalui mekanisme crowdsourcing.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Arsiparis Ahli Pertama, Muhamad Tris Hadi Pratama. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan crowdsourcing deskripsi arsip foto merupakan upaya ANRI untuk memanfaatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi tantangan pendeskripsian arsip foto yang kerap menghadapi keterbatasan informasi mengenai tokoh, lokasi, waktu, maupun peristiwa yang terekam dalam arsip.
“Melalui platform INGAT, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam deskripsi arsip, khususnya arsip foto yang menjadi khazanah ANRI. Kami ingin menjadikan pengguna arsip sebagai mitra sekaligus co-creator dalam memperkaya informasi arsip,” ujarnya.
Dengan mengusung tagline “Ingatan Anda, Memori Kita”, sosialisasi ini menjadi langkah awal ANRI dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat untuk memperkaya informasi dan deskripsi arsip foto. Melalui platform ini, masyarakat dapat membantu mengidentifikasi tokoh, lokasi, kurun waktu, maupun peristiwa yang terekam dalam arsip foto Departemen Penerangan–Lembaga Informasi Nasional.
Melalui Platform INGAT, ANRI berharap dapat membangun budaya kolaboratif dalam pelestarian arsip serta memperluas akses masyarakat terhadap sumber sejarah yang autentik dan terpercaya. Partisipasi publik diharapkan tidak hanya membantu melengkapi informasi arsip, tetapi juga memperkuat upaya bersama dalam menjaga memori kolektif bangsa bagi generasi mendatang.
Sumber : Humas ANRI
