Indeks Literasi Rendah, Guru dan Relawan Literasi Kolaborasi Bangun Budaya Baca
Indeks Literasi Rendah, Guru dan Relawan Literasi Kolaborasi Bangun Budaya Baca
Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, menegaskan pentingnya memperkuat gerakan literasi masyarakat melalui kolaborasi relawan, komunitas, dan para guru pegiat literasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas memaparkan penguatan Program Relawan Literasi Masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem literasi nasional yang terintegrasi.
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), rata-rata indeks literasi kabupaten/kota masih berada di angka 10,37.
“Artinya, gegap gempita program literasi yang selama ini dilakukan ternyata belum tercermin dalam kualitas literasi masyarakat,” katanya saat memberikan pembinaan dan pengarahan kepada pengurus Asosiasi Guru Motivator Literasi Indonesia (AGuMLI) tingkat nasional dalam kegiatan silaturahmi bertajuk ‘Membangun Bangsa melalui AGuMLI’ Tahun 2026., Selasa (26/05/2026).
Menurutnya, tingkat kegemaran membaca masyarakat yang mencapai angka 54,8 belum sepenuhnya menunjukkan kemampuan literasi yang kuat. Aktivitas membaca dinilai masih didominasi bacaan ringan dan penggunaan gawai yang belum mengarah pada pembacaan kritis.
“Banyak yang masih sebatas membaca ringan atau sekadar menggulir layar gawai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) menjadi salah satu strategi Perpusnas dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat Indonesia yang hingga kini masih tergolong rendah.
Aminudin mengatakan, Program Relima dirancang untuk menyatukan gerakan literasi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. “Para relawan nantinya akan bergerak hingga tingkat akar rumput dan berkoordinasi dengan dinas perpustakaan dan kearsipan di daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan literasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat.
“Kami berharap keberadaan relawan ini benar-benar dapat menguatkan gerakan literasi di masyarakat,” ungkapnya.
Aminudin menyambut baik keterlibatan AGuMLI dalam penguatan ekosistem literasi nasional. Menurutnya, sinergi antara guru, relawan, dan komunitas literasi menjadi langkah penting untuk membangun budaya baca yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak-Ibu sekalian yang begitu bersemangat menjadi bagian dari relawan literasi. Kalau bukan oleh kita, lalu oleh siapa lagi? Itu semangat yang harus kita pegang bersama,” ujarnya. “Mudah-mudahan sinergi ini dapat semakin memperkuat gerakan literasi masyarakat secara bersama-sama,” tutupnya.
Kegiatan yang digelar secara daring pada Selasa (26/5/2026) itu turut dihadiri Ketua Dewan Penasehat AGuMLI Pusat Fasli Jalal, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Gogot Suharwoto.
Humas Perpusnas
