Sejarah Kecamatan Padureso
Sejarah Kecamatan Padureso
Kecamatan Padureso memiliki kedudukan yang unik dalam sejarah Kebumen karena letaknya yang berada di ujung timur laut, berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo dan Purworejo. Secara historis, wilayah ini bertransformasi dari kawasan perbukitan terpencil menjadi pusat pengairan vital bagi Kebumen Timur.
1. Wilayah Perbatasan dan Pertahanan Alam
Padureso sejak masa lampau merupakan wilayah perbukitan yang menjadi batas alami antara pengaruh Kadipaten Roma (Karanganyar) dan Karesidenan Bagelen (Purworejo).
-
Medannya yang berbukit-bukit menjadikannya area pertahanan yang sulit ditembus oleh patroli kolonial di masa lalu.
-
Karena letaknya yang berada di hulu sungai, masyarakat Padureso memiliki keterikatan kuat dengan kelestarian alam hutan di pegunungan utara.
2. Proyek Waduk Wadaslintang (1982–1988)
Tonggak sejarah modern yang paling mengubah wajah Padureso adalah pembangunan Waduk Wadaslintang.
-
Meskipun bendungan utamanya berada di perbatasan dengan Wonosobo, sebagian besar wilayah genangan dan infrastruktur pendukungnya berada di wilayah Padureso.
-
Pembangunan ini menyebabkan beberapa desa harus direlokasi (bedol desa), yang menciptakan sejarah migrasi internal bagi penduduk setempat.
-
Waduk ini kemudian menjadi urat nadi pengairan bagi ribuan hektar sawah di Kebumen bagian timur (seperti Prembun, Mirit, hingga Bonorowo).
3. Pemekaran dari Kecamatan Prembun (2001)
Sama seperti Bonorowo, Padureso merupakan kecamatan hasil pemekaran yang berdiri resmi pada tahun 2001.
-
Sebelumnya, wilayah ini masuk dalam cakupan Kecamatan Prembun. Namun, karena perbedaan geografis (Prembun dataran rendah, Padureso perbukitan) dan jarak yang cukup jauh untuk pelayanan administrasi, maka dibentuklah kecamatan mandiri.
-
Hal ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan di wilayah hulu yang selama ini tertinggal dibandingkan wilayah kota transit seperti Prembun.
4. Peran Sungai Badegolan
Sungai Badegolan yang mengalir di Padureso memiliki nilai sejarah sebagai sumber kehidupan.
-
Sebelum adanya waduk, sungai ini digunakan untuk mengairi lahan secara tradisional dan menjadi jalur transportasi kayu dari hutan utara.
-
Kini, aliran Sungai Badegolan di bawah bendungan menjadi daya tarik sejarah dan wisata, serta menjadi bagian dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menyuplai kebutuhan energi regional.
5. Identitas Budaya
Masyarakat Padureso memiliki karakter budaya yang khas karena merupakan perpaduan antara budaya Kebumenan dengan budaya pegunungan Wonosobo.
-
Meskipun berbukit, Padureso dikenal dengan hasil kebunnya seperti durian dan buah-buahan tropis lainnya yang sudah diperdagangkan sejak zaman dulu ke pasar Prembun.
