Sejarah Kecamatan Buayan
Sejarah Kecamatan Buayan
Kecamatan Buayan merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Kebumen yang pada zaman dahulu, bermula dari sebuah rawa yang terletak di kaki perbukitan/kawasan karst Gombong Selatan yang berjarak kurang lebih 11 Km dari Gombong.
Di rawa tersebut konon terdapat banyak buaya yang dapat membahayakan siapa saja yang melewatinya. Sungai yang saat ini mengairi Kecamatan Buayan yakni sungai Jatinegara, pada masa itu belum terbentuk. Sehingga diberilah nama Buayan yang berasal dari kata bahasa Jawa Baya yang berarti Buaya.
Dalam hal ini, yang dimaksud adalah Bahaya atau hewan Buaya, karena di daerah tersebut terdapat banyak buaya yang berbahaya bagi manusia. Kecamatan Buayan memiliki kondisi geografi berupa dataran rendah dan perbukitan. Dataran rendah berada di wilayah timur atau di sepanjang bantaran Sungai Jatinegara hingga utara.
Sedangkan perbukitan memanjang dari selatan ke utara pada wilayah barat Kecamatan Buayan yang merupakan rangkaian perbukitan karst yang merupakan bagian dari Kawasan Karst Gombong Selatan. Ketinggian rata-rata Kecamatan Buayan adalah lebih dari 64 meter di atas permukaan air laut. Puncak tertingginya adalah Bukit Arjuna yang memiliki ketinggian 369 meter di atas permukaan air laut yang berada di perbatasan Desa Wonodadi dengan Kecamatan Ayah. Desa Pakuran di perbukitan Kecamatan Buayan menjadi desa tertinggi karena berada di ketinggian rata-rata 322 meter di atas permukaan air laut.
Sungai yang ada di wilayah ini antara lain Sungai Kretek, Sungai Jatinegara, Sungai Telomoyo, Sungai Manggis, Sungai Jladri, Sungai Gelapan, Sungai Pejarakan, Sungai Adiwarno, Sungai Kalibanda, Sungai Blanakan, Sungai Meto, Sungai Tugu, Sungai Mergosono, Sungai Kaliori, Sungai Bantar dan Sungai Keputihan.
