LETNAN JENDERAL TNI (PURN.) H. M. SARBINI MARTODIHARDJO
LETNAN JENDERAL TNI (PURN.) H. M. SARBINI MARTODIHARDJO
Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. M. Sarbini Martodihardjo, tokoh nasional asal Kebumen, Jawa Tengah. Beliau lahir di Indrosari, Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada 10 Juni 1914. Pendidikan dan Awal Karier menempuh pendidikan di Sekolah Pamong Praja di zaman kolonial Hindia Belanda.Terlibat aktif dalam dunia militer sejak masa pendudukan Jepang.Saat kemerdekaan RI, ia menjadi salah satu tokoh penting pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) — cikal bakal TNI.
Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. M. Sarbini Martodihardjo (10 Juni 1914 – 21 Agustus 1977) adalah seorang tokoh militer, pejuang kemerdekaan, dan pejabat pemerintahan Indonesia yang berjasa besar, terutama dikenal sebagai Bapak Veteran Indonesia.
Berikut adalah jasa dan peran Letjen TNI M. Sarbini:
1. Peran dalam Perjuangan Kemerdekaan (Militer)
- Pendidikan PETA: Sarbini merupakan salah satu tokoh muda Muhammadiyah yang masuk pendidikan militer PETA (Pembela Tanah Air) dan menjadi komandan kompi (chudancho) di Gombong, Jawa Tengah, pada tahun 1943-1945.
- Pembentukan BKR: Pasca proklamasi, ia aktif mendirikan Barisan Keamanan Rakyat (BKR) di Kebumen dan menjadi ketuanya sejak September 1945.
- Palagan Ambarawa: Sebagai Letkol TKR, ia memimpin Resimen Kedu Tengah dalam serangan mendadak terhadap markas NICA di Stasiun Jambu, Ambarawa pada 21 November 1945. Serangan ini krusial dalam mendukung strategi "Supit Urang" Jenderal Soedirman.
- Gerilya: Selama agresi militer Belanda, Sarbini memimpin perang gerilya di wilayah Magelang.
- Panglima Teritorial: Ia pernah menjabat sebagai Panglima Tentara & Teritorial di Jawa Timur (Brawijaya) tahun 1956-1959, dan Jawa Tengah (Diponegoro) tahun 1961-1964. [1, 2]
2. Peran dalam Pemerintahan dan Veteran
- "Bapak Veteran Indonesia": Julukan ini didapat karena jasanya dalam mengurusi veteran. Ia menjabat sebagai Menteri Veteran dan Demobilisasi (1964–1967), Menteri Transmigrasi, Veteran, dan Demobilisasi (1967–1968), serta menjabat Ketua Umum Markas Besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
- Menteri di Era Sukarno-Soeharto: Ia pernah menjabat Menteri Pertahanan Keamanan (1966) dan Menteri Transmigrasi dan Koperasi (1968–1971).
- Wakil Ketua DPA: Pada tahun 1975, ia diangkat oleh Presiden Soeharto menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).
- Ketua Kwartir Nasional Pramuka: Menjabat sebagai Ketua Kwarnas ke-2 (1974-1977) menggantikan Hamengkubuwana IX.
3. Penghormatan dan Warisan
- Balai Sarbini : Namanya diabadikan menjadi nama gedung pertemuan terkenal di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.
- SMK Jenderal M. Sarbini: Penghormatan di daerah kelahirannya di Kebumen, Jawa Tengah, dengan mendirikan sekolah yang menggunakan namanya.
- Penghargaan: Menerima Bintang Mahaputera Adipradana (1973) dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata.
Letjen M. Sarbini dikenal sebagai sosok militer yang berdedikasi, yang memimpin pertempuran krusial di masa revolusi hingga mengabdikan masa tuanya untuk kesejahteraan para veteran.
