Literasi Bangun SDM Unggul dan Ketahanan Nasional
Literasi Bangun SDM Unggul dan Ketahanan Nasional
Jakarta — Humas Perpusnas. Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul dan memperkuat ketahanan nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam ceramah dihadapan 85 peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII di Gedung Panca Gatra, Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas), Senin (2/3/2026).
Aminudin menyoroti capaian Indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) rata-rata Nasional 2025 masih berada pada angka 54,8 atau kategori rendah. “Bahkan di perguruan tinggi saja, itu tingkat seliterasinya hanya 48,4. Artinya, banyak siswa belum mampu membaca teks panjang secara fokus, yang berdampak pada rendahnya kemampuan analisis.” ujarnya.
Berdasarkan survei nasional yang pernah dilakukan, persoalan utama salah satunya adalah ketersediaan sumber bacaan. Karena itu, Perpusnas menjalankan program penyediaan 1.000 buku untuk setiap desa, terutama untuk anak-anak, serta mendistribusikan buku ke ruang-ruang publik seperti perpustakaan desa, taman baca masyarakat, puskesmas, lembaga pemasyarakatan, hingga daerah tertinggal yang belum memiliki akses internet. “Distribusi tersebut melibatkan dukungan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU untuk menjangkau wilayah terpencil, termasuk Papua dan daerah terluar”, tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa Perpusnas mengembangkan 3 program prioritas. Pertama, pengembangan budaya baca dan kecakapan literasi. “Masalahnya besar sekali, kemampuan membaca kita, kemudian tingkat literasi masyarakat kita, masih sangat-sangat rendah dan ini fakta”, ungkapnya.
Kedua, terkait dengan pengarusutamaan Naskah Nusantara, melalui pelestarian dan pemanfaatan manuskrip kuno sebagai sumber pengetahuan dan identitas bangsa. Ketiga, standardisasi dan akreditasi perpustakaan guna meningkatkan mutu tata kelola dan layanan perpustakaan di seluruh Indonesia.
Berikutnya, Aminudin menjelaskan Program KKN Tematik Literasi, dimana Perpusnas bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang tahun 2025 lalu telah diselenggarakan di 1000 desa. “Kegiatan ini untuk memanfaatkan buku-buku yang kami berikan ke desa. Mahasiswa dan Masyarakat ternyata senang sekali dengan program ini”, tuturnya.
Selain itu, Perpusnas juga memperluas jaringan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) yang pada 2025 berjumlah 180 orang, dan 2026 berjumlah 360 orang untuk 360 kabupaten/kota. Para relawan tersebut diharapkan menjadi motor penggerak literasi di daerah masing-masing.
Menutup paparannya, Aminudin menyebutkan bahwa Perpusnas menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan literasi nasional. Serta menjadikan literasi sebagai instrumen pembangunan nasional. *** (FM/Ed:DRS/Dok:PA)
