Wakil Bupati ke-2 / Rustriyanto (2008-2010)
Wakil Bupati ke-2 / Rustriyanto (2008-2010)
1. Fokus pada Pengawasan Lapangan
Jika KH Nashiruddin lebih banyak berperan dalam kebijakan makro dan penguatan moral/spiritual, Rustriyanto dikenal sebagai sosok yang rajin turun ke bawah (blusukan)
a. Memastikan proyek infrastruktur desa tetap berjalan sesuai target.
b. Menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dengan para kepala desa di seluruh Kebumen.
2. Penguatan Sektor UMKM
Beliau memiliki perhatian pada ekonomi kerakyatan. Selama masa jabatannya, beliau sering mendorong pameran produk lokal Kebumen agar bisa dikenal di luar daerah, melanjutkan semangat kemandirian ekonomi yang sebelumnya dicanangkan.
3. Harmonisasi Ulama dan Nasionalis
Duet KH Nashiruddin (tokoh ulama) dan Rustriyanto (tokoh nasionalis/keluarga Rustriningsih) dianggap sebagai representasi ideal masyarakat Kebumen. Rustriyanto berperan penting dalam menjaga agar mesin birokrasi tetap solid dan tidak terkotak-kotak secara politik pasca ditinggal Rustriningsih.
4. Pendamping Setia Inovasi "Kebumen Anyar"
Beliau berperan sebagai penyokong utama kebijakan Bupati Rustriningsih yang sangat fenomenal saat itu. Saat Rustriningsih fokus pada keterbukaan informasi (seperti siaran radio/TV dan layanan SMS pengaduan), Rustriyanto lebih banyak bergerak di lapangan untuk memastikan pelayanan publik berjalan sesuai standar yang diinginkan.
5. Penguatan Administrasi dan Disiplin ASN
Sebagai Wakil Bupati, beliau memiliki peran sentral dalam pengawasan internal birokrasi. Jasa beliau terlihat dalam:
a. Peningkatan kedisiplinan pegawai di lingkungan Pemkab Kebumen.
b. Penyederhanaan alur administrasi di tingkat kecamatan agar lebih dekat dengan rakyat.
6. Penanganan Masalah Sosial dan Kemiskinan
Kebumen pada masa itu masih berjuang keluar dari predikat daerah termiskin di Jawa Tengah. Rustriyanto aktif dalam:
a. Koordinasi program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat desa.
b. Terjun langsung dalam penanganan bencana alam yang sering terjadi di wilayah Kebumen selatan maupun utara.
7. Menjaga Stabilitas Politik Daerah
Beliau dikenal sebagai sosok yang mampu menjaga keharmonisan hubungan antara eksekutif (pemerintah) dan legislatif (DPRD). Hal ini membuat pembahasan anggaran dan peraturan daerah (Perda) pada masa itu cenderung lancar dan minim konflik.
