Wakil Bupati Ke -1 / KH. Nasirudin Al Mansur (2000-2008)
Wakil Bupati Ke -1 / KH. Nasirudin Al Mansur (2000-2008)
1. KH Nashiruddin Al Mansyur memiliki peran yang sangat signifikan dalam dinamika pemerintahan Kabupaten Kebumen, terutama saat menjabat sebagai Wakil Bupati Kebumen mendampingi Dra. Hj. Rustriningsih, M.Si.
2. Penyeimbang dan Representasi Religius, sebagai seorang tokoh ulama (KH), kehadiran beliau memberikan keseimbangan religius dalam kepemimpinan eksekutif di Kebumen. Beliau berperan aktif dalam membina kehidupan beragama dan menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dengan kalangan pesantren serta organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU).
3. Pembagian Tugas Eksekutif yang Harmonis
Pada periode pertama (2000–2005), beliau dikenal karena komitmennya dalam pembagian tugas yang jelas dengan Bupati Rustriningsih. Beliau fokus pada penguatan moral, mentalitas birokrasi, dan hubungan kemasyarakatan, sementara Bupati lebih banyak fokus pada inovasi sistem administrasi dan keterbukaan informasi (seperti program "Ratih TV " dan "Menyapa Rakyat").
4. Kepanduan dan Kepemudaan
Beliau memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter generasi muda melalui organisasi. Hal ini terlihat dari dedikasinya sebagai:
a. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kebumen selama dua periode (2000–2007).
b. Ketua IPNU Kebumen di masa mudanya, yang menunjukkan kepedulian jangka panjang terhadap organisasi kepemudaan.
5. Simbol Kepemimpinan yang Sederhana
Salah satu momen yang mencatatkan sejarah adalah ketika beliau bersama Bupati Rustriningsih memilih untuk menggadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka demi membantu pendanaan kegiatan daerah atau kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat di awal masa jabatan, yang mencerminkan sikap pengabdian yang total.
5. Keberlanjutan Pembangunan
Setelah menjabat sebagai Wakil Bupati selama dua periode (meskipun periode kedua hanya sampai 2008), beliau naik menjadi Bupati Kebumen (2008–2010) untuk menggantikan Rustriningsih yang terpilih menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah.
