Benteng Van Der Wick
Benteng Van Der Wick
BENTENG VAN DER WIJCK
Benteng Van Der Wijck awalnya berfungsi sebagai kantor dagang VOC kemudian diubah menjadi benteng militer Belanda guna menghadapi Perang Diponegoro (1825–1830). Dikenal juga sebagai Fort Cochius, atas nama Frans David Cochius, komandan VOC di wilayah tersebut. Nama “Van Der Wijck” diambil dari Jenderal Belanda yang menggantikannya, memperkuat peran militer benteng ini. Pada 1856, benteng dialihfungsikan sebagai Pupillen School, sekolah militer untuk keturunan Eropa. Selama pendudukan Jepang, digunakan sebagai tempat latihan militer PETA; pasca-kemerdekaan fungsinya beralih menjadi barak TNI hingga sekitar tahun 2000.
Benteng ini dibangun dengan desain segi delapan (octagonal) dan seluruh struktur menggunakan bata merah, mencolok dibandingkan benteng Belanda biasa. Memiliki luas total sekitar 7.168?m², dengan lantai bawah dan atas masing-masing sekitar 3.606?m²; tinggi bangunan sekitar 10?m, serta dinding setebal 1,4?m. Saat ini difungsikan sebagai objek wisata sejarah, lengkap dengan fasilitas modern seperti:
-
Kereta wisata (termasuk jalur di atas benteng)
-
Kolam renang (anak dan dewasa)
-
Area bermain, spot foto (termasuk patung dinosaurus), warung, musholla, toilet, serta area parkir luas
