Perkuat Budaya Literasi, Disarpus Dampingi SMKN 1 Ambal Menuju Perpustakaan Berstandar Nasional
Perkuat Budaya Literasi, Disarpus Dampingi SMKN 1 Ambal Menuju Perpustakaan Berstandar Nasional
Ambal - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen terus mendorong penguatan tata kelola dan fungsi perpustakaan sekolah agar semakin mampu mendukung tumbuhnya budaya literasi di lingkungan pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan kemitraan dan pendampingan bersama SMKN 1 Ambal yang dilaksanakan di Perpustakaan SMKN 1 Ambal, pada Kamis (10/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Disarpus Kabupaten Kebumen hadir diwakili oleh **Kepala Bidang Perpustakaan, Setya Birawa, S.H.** Pendampingan diikuti 16 peserta yang terdiri atas guru dan pengelola perpustakaan SMKN 1 Ambal.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan edukatif dengan memberikan penguatan mengenai pengelolaan perpustakaan sekaligus langkah-langkah membangun ekosistem literasi sekolah yang selaras dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Tim Disarpus memberikan penguatan terhadap sejumlah program yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, antara lain pembentukan dan penguatan Tim Literasi Sekolah sebagai wadah penggerak berbagai kegiatan literasi, pemilihan Duta Literasi Sekolah sebagai teladan sekaligus penggerak literasi di kalangan teman sebaya, serta pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.
Selain itu, sekolah juga didorong untuk mengembangkan dan memanfaatkan Sudut Baca di lingkungan sekolah sehingga siswa dapat lebih mudah mengakses bahan bacaan. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar yang dekat, menarik, dan bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.
Melalui sinergi antara Disarpus dan SMKN 1 Ambal, diharapkan pengelolaan perpustakaan semakin tertata dan adaptif, sekaligus mampu memperkuat kebiasaan membaca serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan literasi.
Mari bersama-sama menghidupkan perpustakaan sekolah. Guru, pengelola perpustakaan, dan siswa dapat mengambil peran dengan memanfaatkan koleksi bacaan, mengembangkan kegiatan literasi, serta menjadikan membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Dengan perpustakaan yang aktif dan budaya literasi yang tumbuh, sekolah dapat menjadi ruang yang semakin kaya akan pengetahuan, pengalaman, dan kreativitas.
