Budaya Baca dan Kecakapan Literasi Fondasi Pendukung Pembangunan SDM
Budaya Baca dan Kecakapan Literasi Fondasi Pendukung Pembangunan SDM
Jakarta-Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar, menegaskan, penguatan budaya baca dan kecakapan literasi merupakan fondasi dalam mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan buku, tetapi menjadi pusat transformasi pengetahuan yang berperan dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, analitis, hingga melahirkan kebijaksanaan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia mengatakan, seiring perkembangan teknologi, perpustakaan juga dituntut untuk bertransformasi. Perpustakaan kini diarahkan menjadi ruang terbuka kreatif dan inovatif, serta pusat pembelajaran berbasis pengetahuan.
"Perpustakaan juga berperan penting dalam memvalidasi informasi di tengah maraknya penyebaran hoaks dan polarisasi informasi di masyarakat," katanya.
Dalam implementasinya, berbagai program telah dijalankan. Ia menyebutkan, di antaranya pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, distribusi bahan bacaan bermutu ke desa dan komunitas, layanan perpustakaan keliling, hingga pelibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik literasi.
“Selain itu, pelatihan tenaga perpustakaan dan perekrutan relawan literasi juga terus dilakukan untuk memperkuat ekosistem literasi nasional,” lugasnya.
Lebih lanjut, Adin menekankan bahwa literasi terbukti memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Berbagai riset menunjukkan bahwa tingkat literasi yang rendah berkorelasi dengan rendahnya pendapatan dan tingginya kesenjangan sosial.
"Sebaliknya, peningkatan literasi berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup, termasuk dalam aspek ekonomi, kesehatan, dan pembangunan sosial," lanjutnya.
Sebagai penutup ia menjelaskan, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pembangunan literasi. Di antaranya, belum meratanya pemahaman konsep literasi, keterbatasan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, minimnya fasilitas perpustakaan, serta rendahnya partisipasi dan kompetensi sumber daya manusia di bidang literasi.
"Maka diperlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah pusat dan daerah. Literasi diharapkan menjadi isu strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)," pungksnya.
Sumber : Perpusnas RI
