Perkaya Perspektif Kearsipan Melalui Bedah Buku "Membangun Memori Kolektif Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045"
Perkaya Perspektif Kearsipan Melalui Bedah Buku "Membangun Memori Kolektif Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045"
Jakarta - 26/02/26, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Deputi Bidang Penyelamatan, Pelestarian, dan Pelindungan Arsip sekaligus penulis buku Membangun Memori Kolektif Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, Kandar, atas kontribusi pemikiran dan pengabdian dalam rangka membangun kearsipan nasional. Hal ini disampaikan pada kegiatan Diskusi Interaktif dan Bedah Buku Membangun Memori Kolektif Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045 yang berlangsung di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, ANRI. Diskusi ini juga terbuka bagi umum secara daring melalui tayangan langsung Youtube Arsip Nasional RI.
“Buku ini merupakan refleksi pengalaman panjang yang tidak hanya memperkaya khazanah literatur kearsipan, tetapi juga memberikan arah konseptual dalam memperkuat posisi arsip sebagai instrumen strategis pembangunan bangsa,” ujar Kepala ANRI.
Kepala ANRI juga yakin bahwa kegiatan bedah buku dan diskusi ini dapat menjadi ruang pertukaran gagasan yang produktif serta memperkaya perspektif kita bersama dalam membangun kearsipan nasional yang semakin adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Layanan dan Pemanfaatan Arsip, Eli Ruliawati. Dalam laporannya, ia memaparkan bahwa buku Membangun Memori Kolektif Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045 menghadirkan refleksi pemikiran sekaligus pengalaman praktis dalam penguatan kebijakan kearsipan nasional. Karya ini menjadi rekam jejak intelektual yang penting, terutama dalam memperlihatkan bagaimana arsip diposisikan sebagai instrumen strategis pembangunan bangsa.
Deputi Bidang Penyelamatan, Pelestarian, dan Pelindungan Arsip sekaligus penulis buku ini juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan. Ia menyampaikan bahwa penulisan buku yang memakan waktu sekitar enam bulan ini merupakan elaborasi atas penelitian, ide, serta pengalaman selama mengemban tugas di ANRI. Menurutnya, Memori Kolektif Bangsa tidak serta merta ada, tetapi harus dibangun, dirawat, dan dijaga selamanya.
Kegiatan bedah buku dan diskusi interaktif ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya strategis ANRI dalam memperkuat ekosistem kearsipan nasional melalui pendekatan pemanfaatan arsip yang tidak hanya berorientasi pada layanan informasi, tetapi juga pada pembangunan kesadaran kolektif bangsa terhadap nilai arsip sebagai memori peradaban. Kegiatan ini juga turut menghadirkan narasumber, yakni Kepala ANRI tahun 2004 - 2009, Djoko Utomo dan Pakar Kearsipan, Asep Kambali.
Pembangunan memori kolektif bangsa pada dasarnya merupakan hasil dari proses penyelenggaraan kearsipan yang utuh dan berkelanjutan, dimulai dari penyelamatan arsip, pelestarian arsip, hingga pelindungan arsip sebagai sumber autentik perjalanan bangsa. Proses tersebut menjadi fondasi penting agar arsip tidak hanya tersimpan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan, identitas, serta literasi kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045. (ke/sa)
Foto : Humas ANRI
Penulis : ke/sa
Editor : is
