Kepala ke 1 - Dra. Hj. Murtiningsih (2000-2008)
Kepala ke 1 - Dra. Hj. Murtiningsih (2000-2008)
Dra. Hj. Murtiningsih menjabat sebagai Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Karpusda) Kabupaten Kebumen (sebelum kini berubah nomenklatur menjadi Dinas/Disarpus). Pada masa jabatannya, beliau memimpin di era awal otonomi daerah yang penuh tantangan. Berikut adalah jasa dan peranan penting beliau. Perintis Kelembagaan Perpustakaan dan Arsip Di awal tahun 2000-an, kesadaran akan pentingnya arsip dan perpustakaan di daerah masih sangat rendah. Dra. Hj. Murtiningsih berjasa dalam: Menata struktur organisasi Kantor Perpustakaan dan Arsip dari nol agar memiliki sistem kerja yang standar. Beliau adalah motor penggerak awal yang turun ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan perpustakaan daerah sebagai pusat ilmu, bukan sekadar gudang buku. Pengembangan Perpustakaan Keliling (Pusling) Pada periode 2000–2008, akses informasi di desa-desa Kebumen masih sangat terbatas (sebelum era internet masif). Peranan beliau meliputi: Mengaktifkan armada Mobil Perpustakaan Keliling untuk menjangkau kecamatan-kecamatan terpencil. Memastikan ketersediaan bahan bacaan bagi masyarakat pedesaan agar angka literasi di Kebumen meningkat. Penyelamatan Arsip Pasca perubahan Struktur Pemerintah Tahun 2000-an adalah masa transisi besar akibat UU Otonomi Daerah. Beliau berperan dalam: Mengumpulkan dan menyelamatkan arsip-arsip penting dari berbagai instansi yang dibubarkan atau digabung, sehingga sejarah administrasi Kebumen tidak hilang. Mulai merintis standar penyimpanan arsip yang lebih baik dan terlindungi dari kerusakan fisik. Inisiasi Minat Baca Anak Beliau dikenal sangat peduli pada pembaca usia dini. Jasa beliau antara lain: Mengadakan lomba-lomba literasi seperti lomba bercerita (dongeng) tingkat kabupaten secara rutin. Menyediakan ruang baca khusus anak di kantor perpustakaan untuk menarik minat generasi muda sejak dini. Dra. Hj. Murtiningsih dapat disebut sebagai "Tokoh Peletak Batu Pertama" bagi kemajuan perpustakaan modern di Kebumen dan membangun sistem di awal tahun 2000-an, digitalisasi perpustakaan yang kita nikmati sekarang memiliki landasan kuat.
