Ketua DPRD Ke - 8 / Mayor Sarijan Hs (1987-1992)
Ketua DPRD Ke - 8 / Mayor Sarijan Hs (1987-1992)
Masa jabatan Mayor Sarijan Hs. (1987–1992) merupakan periode di mana kepemimpinan DPRD Kebumen kembali diwarnai oleh unsur militer dalam kerangka Dwifungsi ABRI yang sangat kuat pada masa itu.
1. Peningkatan Disiplin dan Tata Tertib Legislatif
Sebagai seorang perwira militer (Mayor), Sarijan Hs. membawa gaya kepemimpinan yang disiplin dan terukur ke dalam lingkungan DPRD. Jasa beliau meliputi:
a. Meningkatkan efisiensi rapat-rapat paripurna dan ketepatan waktu dalam pengambilan keputusan legislatif.
b. Memperketat pengawasan terhadap jalannya birokrasi di lingkungan Pemerintah Daerah agar selaras dengan target pembangunan nasional.
2. Mengawal Pembangunan Infrastruktur (Pelita V)
Periode beliau bertepatan dengan pelaksanaan Pelita V, yang merupakan tahap akhir dari rangkaian pembangunan jangka panjang pertama Orde Baru. Peran beliau mencakup:
2. Mendorong percepatan pembangunan jembatan-jembatan penghubung di wilayah pedalaman Kebumen untuk memperlancar arus ekonomi.
3. Mendukung program Listrik Masuk Desa secara masif, sehingga banyak wilayah pelosok Kebumen mulai mendapatkan akses penerangan pada periode ini.
3. Stabilitas Keamanan dan Ketertiban Sosial
Mengingat latar belakang militernya, beliau sangat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan di Kebumen. Beliau berhasil:
a. Menjalankan fungsi koordinasi yang sangat baik antara legislatif dengan aparat keamanan (Kodim dan Polres) untuk mencegah gesekan sosial.
b. Menjaga suasana kondusif selama penyelenggaraan Pemilu 1992 di wilayah Kabupaten Kebumen.
4. Pengembangan Pariwisata Daerah (Awal Penataan Karangbolong)
Pada akhir 80-an hingga awal 90-an, kesadaran akan potensi wisata Kebumen mulai tumbuh. Di bawah kepemimpinan beliau, DPRD mulai memberikan perhatian pada:
a. Perencanaan awal penataan kawasan wisata pantai (seperti Pantai Karangbolong dan Ayah) sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
b. Regulasi mengenai perlindungan sarang burung walet yang menjadi salah satu ikon ekonomi Kebumen saat itu.
