Kolaborasi Kajian sejarah dan Heritage Kabupaten Kebumen Diperkuat untuk Mendukung Pengembangan Geopark dan Eduwisata
Kolaborasi Kajian sejarah dan Heritage Kabupaten Kebumen Diperkuat untuk Mendukung Pengembangan Geopark dan Eduwisata
Kebumen – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen, Sigit Dwi Purnomo, A.Pi., M.Si., menghadiri rapat pembahasan proposal kajian sejarah dan heritage Kabupaten Kebumen pada Jumat (6/3/2026) di Ruang Bhinneka Tunggal Ika Bapperida. Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kabid Bappeda serta tim ahli yang terdiri dari Teguh Hidarto, Chusni Ansori, Giri Purnomo, Alona, dan Septy Wulandari.
Pada paparan pertama, Chusni Ansori menyampaikan kajian mengenai warisan geologi Watukelir, Seboro, Kebumen. Dalam paparannya dijelaskan bahwa situs Watukelir memiliki potensi wisata geologi dengan nilai internasional sebesar 305,75, serta menjadi kunci dalam memahami konsep tektonik lempeng. Kajian ini direncanakan menghasilkan buku panduan geowisata Watukelir sebagai salah satu output yang mendukung pengembangan wisata berbasis geopark.
Paparan kedua disampaikan oleh Teguh Hidarto yang memaparkan proposal kajian sejarah dan heritage Kebumen sebagai upaya mendukung pariwisata berbasis geopark. Ia menekankan bahwa masih terdapat berbagai kesimpangsiuran informasi sejarah akibat tumpang tindih antara fakta dan cerita yang berkembang di masyarakat. Kajian ini akan difokuskan pada penulisan sejarah tokoh Tumenggungan Banyak Wide, dengan metode pengumpulan data salah satunya melalui penelusuran arsip sejarah.
Sementara itu, Giri Purnomo pada paparan ketiga menyampaikan proposal kajian mengenai Makam Mbah Lancing di Kecamatan Mirit, Kebumen, yang dinilai memiliki nilai historis dan potensi untuk dikaji lebih mendalam sebagai bagian dari kekayaan heritage daerah.
Dalam sesi diskusi, Kepala Disarpus Kebumen menyampaikan bahwa ketiga tema penelitian tersebut sangat menarik dan diharapkan masing-masing memiliki fokus kajian yang jelas. Ia juga mengusulkan agar kajian Watukelir tidak hanya dilihat dari sisi geologi, tetapi juga dikembangkan dari aspek budaya dan edukasi, sehingga dapat mendorong pengembangan eduwisata berbasis pendidikan.
Selain itu, Kadisarpus juga menyampaikan usulan agar jumlah kajian tidak terbatas hanya tiga penelitian dalam satu tahun, mengingat Kabupaten Kebumen memiliki sekitar 40 situs (site) yang berpotensi untuk diteliti dan dikembangkan sebagai bagian dari penguatan geopark serta pelestarian sejarah dan budaya daerah.
Rapat pembahasan proposal kajian sejarah dan heritage tersebut berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari pesert. Melalui kegiatan ini diharapkan kajian sejarah, budaya, dan geologi di Kebumen dapat semakin terarah serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata, edukasi, dan pelestarian warisan daerah.
