Talkshow Anti Kekerasan Seksual Dorong Terwujudnya Sekolah yang Aman dan Ramah
Talkshow Anti Kekerasan Seksual Dorong Terwujudnya Sekolah yang Aman dan Ramah
Kebumen – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap isu kekerasan seksual, telah dilaksanakan Talkshow Anti Kekerasan Seksual dengan tema “Menciptakan Sekolah yang Aman: Strategi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Berbasis Sekolah”, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen dan diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK sederajat serta mahasiswa.
Talkshow ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan seksual. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada peserta mengenai strategi pencegahan serta penanganan kekerasan seksual yang dapat diterapkan secara efektif di lingkungan pendidikan berbasis sekolah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Dr. Nur Hidayah, M.Pd., selaku Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAINU Kebumen, menyampaikan materi terkait perspektif pendidikan serta kebijakan dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Ia menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam membangun sistem perlindungan yang berpihak pada peserta didik.
Narasumber kedua, Ari Yulianti dari Dinas Sosial Kabupaten Kebumen, memaparkan peran pemerintah daerah serta mekanisme layanan sosial dalam penanganan kasus kekerasan seksual. Dalam paparannya disampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memberikan perlindungan dan pendampingan yang optimal bagi korban.
Sementara itu, narasumber ketiga, Yulaida selaku tenaga ahli psikolog klinis, menjelaskan dampak psikologis yang dapat dialami korban kekerasan seksual serta pentingnya pendampingan dan proses pemulihan yang berkelanjutan. Ia juga mengajak peserta untuk lebih peka dan berani bersuara ketika menemukan atau mengalami indikasi kekerasan seksual.
Kegiatan talkshow berlangsung dengan tertib, lancar, dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti diskusi serta sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan tanggapan menunjukkan kepedulian peserta terhadap isu keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan yang komprehensif, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan diharapkan dapat terus diperkuat melalui peran aktif seluruh elemen sekolah dan masyarakat.
