HMI KOHATI Kebumen Gelar Diskusi Publik Bedah Fenomena Ketahanan Keluarga
HMI KOHATI Kebumen Gelar Diskusi Publik Bedah Fenomena Ketahanan Keluarga
Kebumen — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kebumen melalui Korps HMI-Wati (KOHATI) menggelar kegiatan Diskusi Publik dan Bedah Fenomena dengan tema “Darurat Ketahanan Keluarga: Membedah Angka Perceraian Kebumen 2025 dan Tantangan Komunikasi Pasangan Muda”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Ruang Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen.
Diskusi publik ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Kebumen, khususnya yang terjadi pada pasangan usia muda. Isu ketahanan keluarga dinilai sebagai persoalan penting yang memerlukan perhatian bersama, baik dari sisi sosial, hukum, maupun kebijakan publik.
Kegiatan dibuka dengan keynote speech oleh Ketua KOHATI Kebumen, Yunda Fatatun Affifah, yang menekankan pentingnya peran perempuan dan generasi muda dalam menjaga ketahanan keluarga sebagai fondasi ketahanan sosial masyarakat.
Hadir sebagai narasumber pertama, Yunda Khalisa Adelia Aziza, S.E., B.Sc., M.Sc., selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, yang memaparkan pandangan dari sisi kebijakan dan peran pemerintah daerah dalam menekan angka perceraian melalui penguatan edukasi keluarga dan perlindungan sosial.
Sementara itu, narasumber kedua, Yunda Umi Murjiati, S.H., aktivis perempuan sekaligus praktisi hukum dari LBH Aisyiyah Kebumen, mengulas persoalan perceraian dari aspek hukum serta realitas kasus yang banyak ditemui di lapangan, termasuk tantangan komunikasi dalam rumah tangga pasangan muda.
Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Yunda Fannun Azizah sebagai moderator. Peserta yang berasal dari mahasiswa, aktivis perempuan, serta masyarakat umum tampak antusias menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar solusi penguatan komunikasi dan ketahanan keluarga.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara HMI Cabang Kebumen, KOHATI Kebumen, LBH Aisyiyah Kebumen, dan DPRD Kabupaten Kebumen. Diskusi publik ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya ketahanan keluarga di tengah dinamika sosial saat ini.
