Disarpus Hadiri FGD Promosi Atraksi Wisata Desa Budaya Karanggayam
Disarpus Hadiri FGD Promosi Atraksi Wisata Desa Budaya Karanggayam
Karanggayam – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen menghadiri kegiatan Promosi Desa Budaya melalui FGD Promosi Atraksi Wisata yang digelar di Purangga Park, Desa Karanggayam, pada Rabu (10/12). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat branding dan pengembangan desa wisata. Turut hadir perwakilan Disdik, Disparbud, Dinas PMD, Forkopimcam, kepala sekolah sekitar, Ketua PHPI, dan Ketua HAPI.
Acara dibuka oleh Kepala Desa Karanggayam, Djasirun, yang menyampaikan ucapan selamat datang dan menjelaskan bahwa kegiatan ini dibiayai dari APBDes murni sebagai wujud keseriusan desa dalam memajukan pariwisata. Sekcam Karanggayam menambahkan bahwa Karanggayam berhasil menjadi Desa Wisata Terbaik se-Kabupaten Kebumen tahun 2024–2025 serta meraih peringkat 5 tingkat Provinsi Jawa Tengah, sehingga kolaborasi dan kemitraan termasuk dengan biro perjalanan wisata perlu terus diperluas.
Kepala Disarpus menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas upaya Desa Karanggayam dalam mengembangkan desa wisata. Ia menekankan perlunya kerja sama, integrasi, dan kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat branding atau ciri khas budaya desa. Beliau juga mendorong agar anak-anak dan pelajar diajak belajar langsung di Desa Budaya Karanggayam serta pentingnya memaksimalkan promosi melalui media sosial agar potensi desa semakin dikenal luas.
Pada sesi paparan, Suhartono, Ketua Pengelola Desa Wisata, menjelaskan bahwa Purangga Park mengembangkan konsep wisata terpadu berbasis budaya, alam, sosial, dan ekonomi, sejalan dengan penetapan Karanggayam sebagai bagian dari Geopark Kebumen. Beragam atraksi unggulan turut diperkenalkan, mulai dari Tari Cepetan, Wayang Oglek, anyaman pandan, hingga wisata edukasi budidaya kelengkeng, jamur tiram, serta destinasi alam.
Narasumber lainnya menekankan pentingnya strategi pengembangan Purangga Park, sementara Dewan Kebudayaan Kebumen mengajak sekolah-sekolah memanfaatkan Purangga Park sebagai pusat latihan Tari Cepetan untuk menjaga kelestarian ikon budaya desa.
Kegiatan diakhiri dengan kunjungan destinasi wisata ke tiga titik unggulan: Sanggar Seni Budaya Karawitan, Omah Seriping, dan TPS3R Gema Langkah, yang dipandu oleh tour leader untuk memberikan gambaran langsung mengenai potensi wisata Desa Karanggayam.
Melalui kegiatan ini, Desa Budaya Karanggayam mengajak masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung, belajar, dan menikmati kekayaan budaya, sejarah, serta alam yang dimiliki desa.
