Dua Langkah Perpusnas Siapkan Gelaran Festival Literasi di 2026
Dua Langkah Perpusnas Siapkan Gelaran Festival Literasi di 2026
Jakarta – Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar berpendapat bahwa meredefinisi ulang istilah literasi merupakan langkah awal yang perlu dilakukan. Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Persiapan Festival Literasi Nasional 2026, Kamis (27/11/2025).
Langkah krusial yang perlu diambil setelahnya, menurut Adin, adalah membentuk ekosistem literasi. Sebuah ekosistem yang tidak sebatas paham dengan yang dibaca, tapi juga ekosistem literasi yang memberikan dampak sosial ekonomi. Hal ini terbukti bahwa, di negara-negara besar, literasi sudah nyata menghasilkan dampak ekonomi yang sangat kuat.
Ia melanjutkan, Perpusnas memiliki konsep literasi berbasis inklusi sosial. Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki literasi digital. Kemudian Kementerian Keuangan memiliki literasi finansial. Lalu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigasi memiliki literasi desa. Serta, ada juga yang mengawal literasi bencana.
"Tidak menyoal jika definisi operasional tentang literasi berbeda sepanjang ada regulasinya. Karena yang terpenting adalah fungsi dari literasi bisa berkembang," tegas Adin.
Program literasi Perpusnas kini berorientasi di sisi hilir, seperti bantuan bahan bacaan bermutu, relawan literasi, hingga pelatihan pengelola perpustakaan dan taman baca masyarakat. Menurutnya, sisi hulu justru memerlukan penguatan, di antaranya pembangunan infrastuktur literasi, perangkat digital, dan regulasi.
Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi dan Kreatif (Kemenkraf), Iman Santoso turut hadir dan memberikan sambutan. Ia mengatakan, kendati minat masyarakat terhadap aktivitas membaca menunjukkan tren positif, namun sayangnya hal tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan peningkatan literasi yang mendalam.
"Sinergi antara penyedia konten bacaan, pegiat literasi, lembaga pendidikan, dunia usaha, perpustakaan, pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat luas menjadi kunci yang harus diperkuat," ujarnya.
Tak hanya sekadar menjadi ruang bertukar pendapat, Iman berharap forum ini dapat juga menjadi wadah kolaborasi terkait tema besar festival, isu-isu literasi yang perlu diangkat, sampai bentuk program yang paling dibutuhkan.
"Kami yakin dengan kontribusi Bapak-Ibu sekalian yang mewakili berbagai perspektif dan kepakaran, Festival Literasi Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat budaya literasi Indonesia secara lebih komprehensif dan berkelanjutan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Festival Literasi Nasional 2026 rencananya akan menggunakan nama Literaia dan dilaksanakan di bulan Mei, yang sekaligus bertepatan dengan Hari Buku Nasional.
Reporter: Basma Sartika
Editor: Dyah Rachmawati Sugiyanto
Dokumentasi: Aji Anwar
