Pengukuhan Pengurus Pusat IPI 2025-2028: Tegaskan Peran Pustakawan sebagai Garda Depan Bangsa
Pengukuhan Pengurus Pusat IPI 2025-2028: Tegaskan Peran Pustakawan sebagai Garda Depan Bangsa
Jakarta—Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan pentingnya memperkuat identitas profesi pustakawan di era modern. Penegasan itu tercetus dalam Pengukuhan Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Periode 2025–2028 di Jakarta, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini dirangkaikan dengan gelar wicara bertema “Meneguhkan Peran Pustakawan dan Pegiat Literasi dalam Melindungi Kebebasan Membaca dan Berpikir Kritis.”
Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Perpusnas sekaligus Ketua Dewan Pembina IPI, E. Aminudin Aziz, dan dihadiri pejabat tinggi Perpusnas, pustakawan utama, perwakilan dinas perpustakaan daerah, organisasi profesi, serta peserta luring dan daring dari berbagai wilayah.
Kepala Perpusnas mengapresiasi para pengurus yang telah terpilih dan menegaskan bahwa menjadi pengurus IPI merupakan bentuk komitmen mengemban tanggung jawab profesi. “Menjadi pengurus tentu adalah adanya kesiapan untuk mengurus, bukan yang mau diurus,” ujarnya.
Aminudin menekankan bahwa besarnya jumlah pengurus IPI harus mencerminkan semangat gotong royong untuk membangun jati diri profesi pustakawan Indonesia. Lebih jauh, ia menyoroti persepsi publik yang kerap menganggap pustakawan sebagai profesi yang tidak banyak disorot, namun justru memiliki tanggung jawab besar dan berpengaruh.
“Bapak/Ibu mungkin bekerja di ruang-ruang sunyi, yang tidak diwarnai hiruk-pikuk apresiasi. Tetapi yakinlah, Bapak/Ibu bekerja di jalur yang benar karena berkontribusi langsung pada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.
Aminudin pun mengingatkan arah baru pelayanan Perpusnas melalui semboyan “Perpustakaan hadir demi martabat bangsa”. Dalam konteks ini, perpustakaan ditempatkan sebagai garda depan upaya memperkuat literasi nasional.
Usai sesi pengukuhan berlangsung, Aminudin Aziz menegaskan bahwa IPI merupakan mitra strategis Perpusnas dalam memperkuat program nasional bidang kepustakawanan. “IPI adalah mitra Perpusnas yang sangat strategis. Saya berharap IPI benar-benar menjadi bagian yang bekerja bersama kami dalam mengembangkan perpustakaan dan program-program bersama,” harapnya.
Ia juga menyoroti tanggung jawab besar pengurus IPI di daerah untuk membangun kolaborasi yang solid dengan pemerintah daerah. “Bapak/Ibu harus mampu menampilkan diri bahwa IPI bisa bekerja sama dengan seluruh bagian pemerintahan daerah. Hanya dengan sinergi nasional, pembangunan budaya baca dapat diwujudkan,” pesannya.
Program Prioritas IPI 2025–2028
Ketua Umum PP IPI Periode 2025–2028, Joko Santoso, menyampaikan terima kasih atas dukungan Perpusnas serta berkomitmen mengarahkan IPI menuju gerak organisasi yang bernilai ADEM (Advokatif, Demokratis, Efektif, Mengayomi).
Joko yang juga menjabat sebagai Sekretaris Utama Perpusnas menegaskan bahwa tantangan kepustakawanan di era disrupsi membutuhkan optimisme, kreativitas, dan komitmen kuat untuk memperjuangkan nilai-nilai profesi. Ia menekankan kembali, perpustakaan merupakan ruang kebebasan, mencakup kebebasan membaca, berpikir, dan berekspresi, serta pilar penting dalam demokratisasi pengetahuan.
“Profesi pustakawan dibangun atas dedikasi, kreativitas, adaptasi, dan kompetensi. Karena itu, visi IPI dalam periode ini adalah mewujudkan Pustakawan yang De.K.A.T, yaitu Dedikatif, Kreatif, Adaptif, dan Tersertifikasi,” jelasnya.
Melalui keputusan resmi tertanggal 16 Oktober 2025, IPI menetapkan dan melantik sekitar 74 anggota kepengurusan periode 2025–2028, yang mencakup Dewan Pembina (2 orang), Dewan Pengawas (3 orang), Dewan Pakar (6 orang), Dewan Etik (6 orang), serta Pengurus Pusat beserta sekretariat dan tujuh komisi fungsional (sekitar 57 orang). Struktur ini dirancang secara representatif dengan menggabungkan ketua asosiasi berbagai jenis perpustakaan berbasis ex-officio, sehingga memperkuat posisi IPI sebagai rumah bersama pustakawan Indonesia.
Untuk mewujudkan visi organisasi, Joko Santoso menetapkan empat agenda prioritas IPI selama tiga tahun ke depan:
-
Pembentukan Sekretariat Bersama Advokasi Kepustakawanan
Menghimpun isu nasional bidang perpustakaan dan menyusun strategi advokasi kebijakan yang terintegrasi. -
Pembentukan Komunitas Praktik (Community of Practice/CoP)
Fokus pada kompetensi baru seperti AI literacy, literasi data, kurasi digital, etika informasi, hingga pengembangan spesialisasi baru pustakawan di era digital. -
Penguatan Akreditasi dan Sertifikasi Profesi Pustakawan
IPI akan memperkuat kapasitas asesor daerah dan menjadi mitra strategis dalam sertifikasi profesi pustakawan. -
Program “IPI Menyapa”
Forum diskusi mingguan daring untuk menyerap aspirasi, tantangan, dan ide pengembangan profesi dari pustakawan seluruh Indonesia.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Ketua Umum IPI mengajak bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. “IPI adalah rumah bersama. Mari kita bersinergi, berinovasi, dan mengabdi untuk literasi Indonesia,” ajaknya.
Reporter: Alditta Khoirun Nisa
Editor: Dyah R. Sugiyanto
Dokumentasi: Aditya Irfan Fakhruddin / Aji Anwar
