Kebumen Festival Literasi dengan menyelenggarakan Lokakarya Literasi Digital
Kebumen Festival Literasi dengan menyelenggarakan Lokakarya Literasi Digital
Kebumen – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Disarpus Kabupaten Kebumen menggelar rangkaian Kebumen Festival Literasi dengan menyelenggarakan Lokakarya Literasi Digital yang menghadirkan beragam pembicara dan peserta lintas generasi pada Rabu (27/8).
Pembicara pertama, Hari Widi Utomo, S.Pd., M.Pd dari Telkom University Purwokerto. membuka sesi dengan aktivitas interaktif dan permainan sederhana untuk menjaga fokus peserta. Ia mengaitkan literasi digital dengan contoh budaya Jepang, menekankan pentingnya semangat belajar pasca istirahat siang. Ia kemudian memaparkan data penggunaan internet di Indonesia yang terus meningkat, sekaligus peran literasi digital dalam mencegah dampak negatif seperti hoaks dan penipuan, serta membuka peluang positif seperti pembelajaran tanpa batas, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan kolaborasi internasional.
Sesi kedua diisi oleh Yulianto, S.Kom., dari Universitas Putra Bangsa yang menyampaikan pilar-pilar literasi digital, personal branding di era digital, serta dasar-dasar Artificial Intelligence (AI). Ia menekankan pentingnya etika penggunaan teknologi, pemahaman data yang dihasilkan dari aktivitas digital, serta penerapan AI di dunia pendidikan. Yulianto menegaskan bahwa teknologi harus digunakan secara seimbang dengan profesionalisme agar manfaatnya optimal dan risikonya minimal.
Pembicara ketiga, Teguh Nurhadi, S.T. dari PT. Enam Kubuku Indonesia memaparkan konsep perpustakaan digital yang dinilainya lebih unggul dibandingkan perpustakaan konvensional. Ia menjelaskan fitur seperti pengembalian otomatis, pencarian canggih, serta koleksi dalam berbagai format. Teguh juga menegaskan bahwa literasi digital Indonesia tidak kalah dengan Malaysia, bahkan menjadi bagian penting dari strategi menjaga kedaulatan bangsa di era siber.
Materi AI kembali dibahas lebih detail, mencakup fungsinya dalam pembelajaran, klasifikasi buku dengan standar DDC, hingga pembuatan soal secara cepat. Namun, efektivitas AI tetap bergantung pada pengetahuan pengguna. Diskusi juga menyinggung risiko berbagi data sensitif pada platform AI publik seperti ChatGPT, serta pentingnya keterampilan kritis dalam meninjau hasil AI.
