Kebumen Gelar Festival Literasi dan Budaya, Luncurkan Buku Pesona Mutiara Tanah Jawa
Kebumen Gelar Festival Literasi dan Budaya, Luncurkan Buku Pesona Mutiara Tanah Jawa
Kebumen – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku Pesona Mutiara Tanah Jawa yang merupakan rangkaian acara Kebumen Festival Literasi di Gedung Setda pada Selasa (26/8).
Sebagai pengantar acara, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen memberikan sambutan dengan menyampaikan pentingnya literasi sebagai investasi masa depan. Literasi bukan sekadar membaca, tetapi harus berbuah karya nyata. Membaca adalah jendela dunia. Dari membaca lahirlah puisi, cerita, bahkan inovasi yang memberi manfaat bagi Masyarakat.
Pada kesempatan itu, diluncurkan buku Kebumen Pesona Mutiara Tanah Jawa. Buku ini disusun melalui riset panjang dan kerja sama dengan berbagai pihak, menghadirkan dokumentasi komprehensif tentang seni, tradisi, kerajinan, produk lokal, kuliner, hingga potensi alam Kebumen.
Penulis buku, Rizki Abdillah Faisal, menjelaskan bahwa karyanya bertujuan mengungkap “mutiara-mutiara” budaya Kebumen yang masih tersembunyi. Ia mencontohkan tari tradisional seperti Tari Cepetan dan Cowongan, ritual Sedekah Laut, hingga kuliner khas Sate Ambal dan Kopi Jempol yang menjadi bagian penting identitas daerah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai masukan muncul, mulai dari perlunya mendokumentasikan tradisi lisan dan ritual yang hampir punah, perbaikan desain agar buku lebih nyaman dibaca, hingga penekanan pada aspek religius dalam budaya Kebumen. Penulis menerima semua masukan itu dengan terbuka, menyebut bukunya sebagai “proyek hidup” yang akan terus disempurnakan.
Diskusi juga menyinggung tantangan literasi budaya di era digital, di mana generasi muda lebih banyak mengakses konten hiburan seperti TikTok daripada bacaan budaya. Masyarakat berharap agar strategi literasi bisa beradaptasi dengan media sosial, sehingga warisan budaya Kebumen tetap dikenal dan dicintai generasi selanjutnya.
Menutup acara, panitia membuka ruang partisipasi publik dengan mengundang masukan lebih lanjut melalui berbagai kanal komunikasi. Festival ini pun ditandai sebagai momentum penting, tidak hanya dalam merayakan budaya, tetapi juga mendorong literasi
