Perkuat Pelestarian Naskah Kuno, Disarpus Kebumen Dorong Kolaborasi dan Akses Pengetahuan Masyarakat
Perkuat Pelestarian Naskah Kuno, Disarpus Kebumen Dorong Kolaborasi dan Akses Pengetahuan Masyarakat
Kebumen – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Bersama Pelestarian Naskah Kuno Nusantara (GEMANTARA) yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Direktorat Preservasi dan Alih Media Bahan Pustaka.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya pelestarian naskah kuno, khususnya naskah yang masih berada dan dirawat oleh masyarakat. Melalui forum ini, peserta memperoleh wawasan sekaligus berbagi pengalaman mengenai pendataan, perawatan, pelestarian, hingga pemanfaatan naskah kuno sebagai bagian dari warisan pengetahuan dan budaya bangsa.
Dalam FGD GEMANTARA, pelestarian naskah kuno ditekankan melalui dua pendekatan, yaitu preservasi fisik dan preservasi digital atau alih media. Preservasi fisik dilakukan melalui perawatan dan penanganan sesuai prinsip pelestarian agar naskah tetap terjaga, sedangkan digitalisasi dilakukan untuk mendokumentasikan kandungan informasi naskah sekaligus memperluas akses bagi masyarakat dan peneliti.
Bagi Kebumen, upaya tersebut memiliki manfaat penting karena naskah kuno tidak hanya menjadi benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan mengenai perjalanan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat pada masa lalu. Dokumentasi dan pelestarian yang baik dapat membantu memastikan informasi yang terkandung di dalamnya tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang.
Melalui keikutsertaan dalam FGD GEMANTARA, Disarpus Kebumen memperoleh penguatan pemahaman mengenai pentingnya pendataan, inventarisasi, fasilitasi pendaftaran, serta edukasi dan pendampingan bagi masyarakat yang memiliki atau menyimpan naskah kuno.
Ke depan, sinergi dengan Perpusnas RI dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga naskah kuno yang berada di tengah masyarakat dapat semakin teridentifikasi, terawat, terdokumentasi, dan dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pendidikan, penelitian, kebudayaan, serta penguatan literasi masyarakat.
Dengan demikian, pelestarian naskah kuno tidak hanya menjadi upaya menjaga benda dari masa lalu, tetapi juga menjaga pengetahuan dan nilai budaya agar tetap dapat diwariskan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
