Kunjungan Kupu-Kupu Alam Pelita Geopark Tumbuhkan Minat Baca dan Kreativitas Pelajar
Kunjungan Kupu-Kupu Alam Pelita Geopark Tumbuhkan Minat Baca dan Kreativitas Pelajar
Kebumen – Memperingati Hari Literasi Internasional, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen (Disarpus Kebumen) kembali menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan dunia pelajar melalui kegiatan Kupu-Kupu Alam Pelita Geopark pada Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Ku Kunjungi Perpustakaan, Ku Punya Pengetahuan dan Peningkatan Literasi Pertanian sebagai pilar Geopark” ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan perpustakaan bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, bereksplorasi, berbagi pengalaman, dan menghasilkan karya.
Kunjungan diikuti peserta didik dari SMPN 2 Buayan, SMPN 1 Rowokele, SMPN 2 Karanganyar, SMPN 1 Kebumen, SMPN 2 Gombong, serta MA Plus Nururrohmah PP Al Kamal.
Sejak berkunjung ke perpustakaan, para pelajar diajak mengenal lebih dekat berbagai layanan dan aktivitas yang tersedia. Mereka juga dapat menikmati Bazar Buku untuk menemukan bahan bacaan yang sesuai dengan minat masing-masing.
Keseruan semakin terasa melalui berbagai aktivitas dan lomba literasi, di antaranya lomba resensi buku dan menulis puisi. Melalui resensi buku, peserta belajar memahami bacaan secara lebih kritis, menemukan pesan yang menarik, kemudian menyampaikannya kembali melalui tulisan.
Sementara itu, lomba menulis puisi memberikan ruang bagi peserta untuk menuangkan imajinasi, pengalaman, dan perasaan menjadi sebuah karya. Dari halaman buku, ide-ide mereka berkembang menjadi tulisan yang lahir dari cara pandang dan pengalaman masing-masing.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa literasi bukan sekadar membaca. Literasi juga berarti mampu mencari dan memahami informasi, mengolah pengetahuan, mengembangkan gagasan, serta berani menuangkannya menjadi karya.
Konsep Kupu-Kupu Alam Pelita Geopark turut mempertemukan pengetahuan yang diperoleh dari buku dengan pengalaman nyata, potensi lokal, lingkungan, dan literasi pertanian. Dengan demikian, perpustakaan menjadi ruang belajar yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Momentum Hari Literasi Internasional ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, rasa ingin tahu, kreativitas, dan keberanian generasi muda untuk berkarya. Disarpus Kebumen terus mendorong agar perpustakaan hadir sebagai tempat yang menyenangkan—tempat anak-anak dan pelajar datang bukan karena harus, tetapi karena ingin menemukan sesuatu yang baru.
Karena terkadang, satu kunjungan ke perpustakaan bisa menjadi awal dari sebuah pengetahuan, pengalaman, bahkan sebuah karya.
