Tingkatkan Kapasitas Tim Teknis ARG, Dorong Perencanaan Pembangunan yang Lebih Adil dan Inklusif
Tingkatkan Kapasitas Tim Teknis ARG, Dorong Perencanaan Pembangunan yang Lebih Adil dan Inklusif
Kebumen – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Teknis Anggaran Responsif Gender (ARG) yang dilaksanakan di Hotel Mexolie Kebumen, Selasa (1/9/2026). Kegiatan menghadirkan narasumber Haris Muzaki dan diikuti oleh tim teknis terkait.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kapasitas tim teknis dalam menerapkan perspektif gender pada proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa gender merupakan perbedaan peran, fungsi, tanggung jawab, dan status antara laki-laki dan perempuan yang terbentuk melalui kondisi sosial dan budaya. Perspektif gender juga perlu memperhatikan kebutuhan kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan, seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, kelompok miskin, serta kelompok rentan lainnya.
Pengarusutamaan Gender (PUG) menjadi strategi penting untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil dan inklusif. PUG dilakukan dengan memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan laki-laki maupun perempuan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi pembangunan.
Sementara itu, Anggaran Responsif Gender (ARG) dipahami sebagai penganggaran yang memperhatikan kebutuhan dan memberikan manfaat secara adil bagi perempuan dan laki-laki. ARG bukan merupakan anggaran yang hanya ditujukan atau berpihak kepada perempuan, tetapi merupakan pendekatan untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan memberikan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat.
Ke depan, penerapan ARG diharapkan semakin terintegrasi dengan isu-isu strategis dalam Rencana Strategis (Renstra). Satu Gender Analysis Pathway (GAP) juga dapat dikembangkan menjadi lebih dari satu kegiatan sesuai dengan isu strategis yang dihadapi dan kebutuhan pembangunan.
Melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan tim teknis semakin mampu menyusun perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, sehingga program pembangunan daerah menjadi lebih tepat sasaran, inklusif, dan memberikan manfaat yang lebih adil bagi seluruh masyarakat.
