Disarpus Kebumen Ikuti Dialog Kearsipan Nasional Peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026
Disarpus Kebumen Ikuti Dialog Kearsipan Nasional Peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026
Kebumen – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen mengikuti kegiatan Dialog Kearsipan Nasional dalam rangka Peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 18 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito yang menyampaikan bahwa kearsipan memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Di masa depan, arsip akan didominasi dalam bentuk digital sehingga diperlukan sistem penyimpanan yang aman dan terpercaya.
Dalam sambutannya, Kepala ANRI menegaskan bahwa arsiparis memiliki peran strategis dalam memperkuat keamanan arsip digital. ANRI juga terus menyiapkan sistem digital yang mampu mendukung transformasi pemerintahan menuju Indonesia Emas melalui kolaborasi dan inovasi guna mempermudah pelayanan publik.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional, Andi Abubakar mengenai roadmap pembangunan kearsipan menuju Indonesia Emas 2045. Dalam paparannya disampaikan bahwa nilai indeks pengawasan kearsipan tahun 2025 untuk kementerian mencapai 83,83, tingkat provinsi 70,78, serta kabupaten/kota sebesar 62,10.
Selain itu, nilai rata-rata hasil pengawasan LAKI dan LAKE Tahun 2025 mencapai 81,71 atau telah melampaui target nilai hasil pengawasan nasional tahun 2029 sebesar 80,01. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan kearsipan terus mengalami peningkatan.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan dukungan kearsipan terhadap program prioritas nasional, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis melalui persetujuan jadwal retensi arsip Badan Gizi Nasional serta pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan arsip aktif kepada pegawai Badan Gizi Nasional. Selain itu, dalam program Koperasi Desa Merah Putih dilakukan perumusan dan penyusunan kebijakan pengelolaan arsip desa.
Kearsipan juga disebut sebagai infrastruktur strategis dalam pemerintahan digital karena seluruh proses bisnis pemerintahan memerlukan dukungan pengelolaan arsip yang baik. Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dalam lima tahun ke depan akan berfokus pada transformasi data yang utuh, autentik, dan terpercaya dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Melalui kegiatan Dialog Kearsipan Nasional ini diharapkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan arsip semakin meningkat, bahwa arsip tidak berhenti pada proses penciptaan saja, tetapi terus berlanjut pada pemeliharaan, penyusutan, hingga menjadi akses informasi bagi publik.
