Perpusnas Kuatkan Fungsi Perpustakaan sebagai Ruang Inklusif
Perpusnas Kuatkan Fungsi Perpustakaan sebagai Ruang Inklusif
Jakarta, Humas Perpusnas — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) kembali terus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang inklusif untuk membaca, berpikir, dan berkreasi. Komitmen tersebut dibuktikan melalui kegiatan Sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (12/3/2026).
Mengusung tema “Penguatan Fungsi Perpustakaan sebagai Ruang Membaca, Berpikir, dan Berkreasi melalui Kolaborasi untuk Keberlanjutan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial”, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan literasi nasional.
Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz, dalam sambutannya menegaskan bahwa TPBIS sejak diluncurkan pada 2018 telah menjangkau lebih dari 2.900 lokus, menghasilkan lebih dari 5.000 kemitraan. TPBIS melibatkan 236 pelatih ahli, 1.384 fasilitator daerah, dan 12.109 pengelola perpustakaan.
“Data ini menunjukkan betapa besar keterlibatan masyarakat dalam program ini. Namun kita perlu refleksi, apakah TPBIS sudah benar-benar sesuai dengan tujuan awalnya?” ujarnya.
Aminudin menyoroti hasil kajian terbaru terkait Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang masih berada pada kategori rendah, dengan rata-rata nasional 40,68 poin dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di angka 54,80. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi melalui kolaborasi berkelanjutan dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pegiat literasi di seluruh Indonesia.
Ia menekankan bahwa perpustakaan tidak boleh hanya menjadi ruang baca, tetapi juga pusat kreativitas yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Jangan sampai kita bersemangat membuat program kreativitas, tetapi kebiasaan membaca masyarakat justru diabaikan,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa fondasi literasi harus tetap menjadi prioritas, meski indikator ekonomi di beberapa daerah menunjukkan perlunya perbaikan.
Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Adin Bondar; Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas RI, Pungkas Bahjuri Ali; Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal RI, Mulyadin Malik; serta sejumlah pejabat dari dinas perpustakaan daerah.
Acara yang disiarkan langsung melalui kanal Zoom dan YouTube Literasi Untuk Kesejahteraan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk mengembalikan TPBIS ke khitahnya, yaitu menjadikan perpustakaan sebagai ruang kreativitas berbasis membaca, demi terciptanya masyarakat literat dengan kualitas hidup yang lebih baik. (FM/Ed:DRS/Dok:SA)
