Rakor Bunda Literasi Jateng 2026 Perkuat Sinergi Literasi Desa dan Digital
Rakor Bunda Literasi Jateng 2026 Perkuat Sinergi Literasi Desa dan Digital
Semarang – Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang dijadwalkan ulang dan dilaksanakan pada 10 Februari 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, serta penguatan budaya literasi di Jawa Tengah.
Rakor dipimpin langsung oleh Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Ny. Hj. Nawal Nur Arafah Yasin, dan diikuti oleh Bunda Literasi serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan memastikan program literasi dapat berjalan secara masif, terarah, dan kolaboratif hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dalam arahannya, Bunda Literasi Jateng menekankan pentingnya penguatan literasi digital, pengembangan micro library, serta pemberdayaan rumah baca desa sebagai pusat aktivitas literasi masyarakat. Optimalisasi peran Bunda Literasi di daerah juga menjadi fokus utama, khususnya sebagai motivator dan penggerak budaya baca di lingkungan masing-masing.
Adapun fokus utama Rakor meliputi penguatan literasi di tingkat desa dan kelurahan, optimalisasi peran Bunda Literasi, serta integrasi galeri literasi di Posyandu sebagai ruang edukatif yang dekat dengan masyarakat.
Beberapa target dan program strategis yang dibahas dalam Rakor antara lain:
- Inovasi Digital, melalui pemanfaatan e-book serta mendorong budaya review buku di media sosial.
- Penguatan Infrastruktur, dengan pengembangan micro library dan optimalisasi sekitar 6.000 perpustakaan desa di Jawa Tengah.
- Kolaborasi Masyarakat, melalui pembentukan relawan literasi untuk menghidupkan aktivitas di perpustakaan desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Rakor ini merupakan tindak lanjut dari pengukuhan Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah pada April 2025, sekaligus menjadi langkah konkret dalam meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jawa Tengah yang pada tahun 2023 tercatat mencapai 71,31.
Melalui Rakor ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi dalam mewujudkan ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat desa.
